Tuesday, April 15, 2014

Penghambat Mimpi jadi Kenyataan


Dream for as long as you live. 
Take action as soon as you are awake.
(--my own thoughts)

Kalau aku menyemangati teman-teman untuk 'teruslah bermimpi', kadang satu sisi dalam diriku ingin menimpali 'jangan terus-terusan bermimpi. bangunlah dan kejar mimpi itu!'

Sekarang, bagaimana kalau kita kombinasikan? Memiliki mimpi dan tujuan itu dilakukan sepanjang usia kita hidup di dunia. Menurutku, tidak ada namanya pertanyaan 'apa mimpimu?' hanya ditujukan kepada anak kecil. Orang dewasa bahkan lansia pun masih memiliki hak untuk bermimpi, terlebih lagi mengejar impiannya itu. Lagipula, mimpi itu sangaaat banyak jenisnya; tidak hanya sekedar 'aku ingin jadi pilot' atau 'aku ingin jadi direktur bank blablabla'. Bisa saja punya kebun teh yang luas di dataran tinggi Pulau Jawa, menjadi salah satu mimpi seseorang. Bisa saja. Mimpi itu banyak jenisnya, dan jalan menuju sana terpampang lebar bagi siapapun, dari lapisan masyarakat manapun, dan dari latar belakang ekonomi & sosial manapun.

Hanya yang patut kita waspadai di sini adalah; be specific about your dreams. Coba untuk tuliskan mimpi itu secara spesifik. Karena itu yang akan menjadi kunci dari segala aksi kita di kedepannya. Misalnya, aku bilang kalau aku ingin punya perusahaan. Tapi, perusahaan apa? Bidang apa? Bagaimana target pasarnya? dan lain-lain sebagainya. Kadang kesalahan kita adalah menunggu hingga dewasa dan secara tiba-tiba mimpi itu datang menghampiri kita secara magis. Sudah cukup ya untuk itu, sekarang saat yang tepat untuk bangkit dan buat strategi dan langkah konkret untuk mengejar semuanya.

Ohya, aku mau sharing satu lagi pemikiranku.
Terkadang yang mencegah kita untuk berkembang adalah diri kita sendiri yang merasa bahwa sesuatu itu terlalu 'rendah' bagi kita untuk melakukannya. Sering merasa terlalu 'tinggi' atau terlalu 'baik' untuk sesuatu, membatasi langkah kita yang mungkin saja sebenarnya sebuah pintu menuju kesuksesan yang lebih tinggi.

Lagipula, semua berawal dari sebuah langkah kecil. Bagaimana bisa lebar melangkah kalau kita saja nggak tahu bagaimana caranya melompati lubang kecil di tengah jalan?

Oke, sekian sharingnya. Ini hanyalah pemikiran-pemikiran yang tadinya aku pakai untuk evaluasi pribadi. Tapi siapa tahu bermanfaat bagi teman-teman, maka aku post saja di blog ini.

Cheers!
Read More

Seni Hidup yang Bahagia


It means a lot. Itu sangat berarti.
Sangat berarti apabila kamu mengetahui bahwa kamu memiliki arti di mata orang lain.
Sangat berarti apabila kamu tau bahwa yang kamu lakukan itu bisa bermanfaat bagi orang lain.

Trust me, hal sesimpel apapun yang kamu lakukan; apabila ada orang yang bilang bahwa yang kamu lakukan itu berarti dan ia berterima kasih padamu atas apa-apa yang kamu lakukan; itu akan membuatmu bahagia dan senang. Kamu akan berpikir, wow, apa yang aku lakukan saat ini tidak sia-sia; ini bisa bermanfaat bagi orang lain.

Itulah. Terkadang kita lupa untuk memberikan apresiasi (bahkan) terhadap orang-orang terdekat kita sendiri. Kadang kita terlalu sibuk untuk merutuki hal-hal yang kita inginkan dari orang lain yang sampai saat ini belum kita terima. Padahal, mengucapkan terima kasih akan perilaku orang lain terhadap kita lebih baik dibanding menagih apa yang kita inginkan dari orang tersebut. 

"Memberilah; dan tak mengharap kembali." 
(sepertinya ini quotes yang sedang aku tanamkan untuk jadi pegangan hidup saat ini)

Satu hal lagi yang perlu diingat, jangan lupa ucapkan terima kasih dan apresiasi orang-orang di dekat kita. Itu akan membuat mereka senang dan merasa 'berarti'. You'll brigthen up their days. 

Dan lewat tulisan ini, mungkin aku juga mau mengungkapkan betapa beruntungnya aku dikelilingi orang-orang baik yang selalu memberi support dan semangat hidup. Tanpa mereka, nggak mungkin aku yang sekarang bisa menjadi aku yang sekarang.

Embrace love and giving. It is the art of a happy living.
(hey, I just thought of a good quote right here hehe)

Read More

Thursday, April 10, 2014

Sedikit Pemikiran tentang Kesuksesan



Pagi ini aku seperti mendapati kembali aku-aku yang dulu. Dulu aku banyak berpikir, tentang bagaimana kehidupan. Banyak kontemplasi, berusaha menghubungkan apa yang terjadi dan mencoba mencari makna dari itu semua, sehingga aku berhasil menemukan ikhtisar dari apa yang sebenarnya harus dijadikan pelajaran dalam melangkah selanjutnya.

Entah kenapa, pagi ini aku terpikir sebuah quote, yang mana aku tambahkan sendiri :
Everything happens for a reason. If it does not happen, then it means that there's just no reason for it to happen. Same with dreams. And the reason is working hard. Jadi kalau belum berhasil mencapai mimpi atau sebuah target, balik lagi ke diri sendiri. Aku harus tanya diri sendiri. Apakah aku sudah bekerja cukup keras untuk itu?

Aku memang orang yang mudah terpengaruh. Dalam artian, ketika membaca cerita-cerita motivasi, maka keinginan untuk berbuat tiba-tiba naik hampir 500%. Padahal saat itu sudah malam, waktunya tidur. Aku pun jadi nggak bisa tidur, dan akhirnya bangun kesiangan (kalau yang ini sih curhat namanya). 

Anyway. 
Pada satu sisi, ada sedikit perasaan minder terhadap orang-orang yang sudah terlebih dahulu menyandang kesuksesan. Pikiran-pikiran seperti apakah aku bisa seperti mereka? kerap kali menghinggapi kepala. 

Inilah saat yang tepat untuk menampar seorang dreamer sepertiku bahwa:
Jalan hidup tiap orang berbeda. Lakukan apa yang 'memang dirimu'. Boleh lihat dan mengagumi atau bahkan mempelajari cara orang lain, tapi kamu nggak harus exactly seperti dia. Modifikasilah cerita yang sesuai dengan garis hidupmu. Lagipula, parameter kesuksesan itu BERBEDA. Menurutku, kitalah yang menentukan parameter kita sendiri. 
Ada sebuah parameter yang seperti diterima secara umum:

Sukses adalah ketika kamu bisa bermanfaat bagi sesama.
Satu-satunya cara untuk melihat apakah kita bergerak naik ke atas adalah dengan membandingkan diri kita sekarang dengan kita satu atau dua tahun yang lalu. Bukan dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Timeline tiap orang juga berbeda. Ada yang sukses dengan cepat, adapula yang harus mengalami jatuh bangun dulu selama bertahun-tahun. Tidak apa-apa, kalau kamu usaha, mana mungkin Tuhan mengabaikan pengorbananmu. Mana mungkin. Allah Maha memberi, kita harus selalu camkan dan yakini itu. 

Makanya aku berpikir, If it does not happen, then it means that there's just no reason for it to happen. Means that we didn't try hard enough. Try and try and try. Don't forget the pray, ok :)

You're one step closer 
than you were yesterday
don't give up
Read More

Tuesday, April 08, 2014

Memulai dari Ketidaksempurnaan



Kita selalu bisa belajar apapun, dari siapapun. Bahkan tokoh dan karakter dalam sebuah cerita fiksi karangan seorang penulis. 

Aku selalu menanamkan dalam diri bahwa kamu nggak harus menjadi seorang superman untuk bisa meraih apa yang pernah menjadi mimpimu. Kamu nggak harus punya orangtua milioner untuk bisa mendapat modal dalam berusaha. Kamu nggak harus punya tubuh, wajah, atau kehidupan sempurna untuk menjadi seorang yang sukses dalam bidangmu. Lebih mudahnya, kamu nggak harus sempurna untuk jadi bahagia.

Sama halnya dengan kamu nggak harus menjadi bilioner untuk 'memberi' kepada sesama. Kamu nggak harus 'besar', 'kuat', 'memiliki jabatan', untuk menolong sesama dan membuat perubahan.

Semua berawal darimu, sebenarnya. Maukah untuk mulai bertindak?

**pertanyaan untuk diri sendiri**


Read More

Thursday, April 03, 2014

Kamu akan bersyukur kalau lihat gambar ini



Gambar ini sudah aku simpan di dalam HP ku selama beberapa tahun terakhir ini. 
No more words, just look at it. You'll realize how beautiful your life is.
Read More

Tuesday, April 01, 2014

Merayakan HUT TMII ke 39, Merayakan Keberagaman Indonesia



Pekan Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah kembali diberlangsungkan, dan kali ini TMII hendak memasuki usianya yang ke 39! 
Mau ikut serta dalam merayakan keberagaman dan kekayaan bangsa? 
Ayo kita simak ceritanya..

Taman seluas 1,5 kilometer persegi yang merangkuman seluruh kebudayaan bangsa Indonesia ini kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk menyambut perayaan hari ulang tahunnya yang dimulai pada tanggal 17 hingga 27 April 2014. 

Pekan HUT yang dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan, festival, dan perlombaan bertajuk kebudayaan Indonesia ini pun hendak melanjutkan kesuksesan pelaksanaannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak mau melewatkan momen spesial ini, ternyata rangkaian perayaan HUT TMII tersebut telah banyak menarik minat masyarakat dari berbagai daerah pada pelaksanaan di tiap tahunnya. Antusias masyarakat untuk berkunjung ke TMII bertambah karena ingin mengambil bagian dalam momen selebrasi tahunan ini. Bahkan banyak dari pengunjungnya datang dari luar pulau Jawa. Melihat hal ini, TMII pun menunjukkan vitalitas dan kemampuannya dalam merangkul semua lapisan masyarakat Indonesia.


Tingginya antusias masyarakat dalam pelaksanaan pekan HUT TMII ke 38 tahun lalu 
(sumber: lensaindonesia.com)

Pada awalnya TMII digagas oleh Ibu Negara saat itu, yaitu Ibu Siti Hartinah atau lebih dikenal dengan Ibu Tien Soeharto. TMII layaknya miniatur Indonesia yang diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta dan bangga akan kekayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh Tanah Air. TMII pun mulai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan pada 1975.

Sejak diresmikan pada tanggal 20 April 1975 lalu, kini TMII mengambil momentum tanggal yang sama yaitu 20 April untuk merayakan hari spesialnya sembari melaksanakan program khusus di mana pengunjung bisa masuk secara gratis! Yup, catat tanggalnya ya teman-teman. 20 April 2014 :)

Selain menyuguhkan berbagai jenis wahana dan objek wisata edukatif bernuansa kebudayaan dan cita rasa keIndonesiaan yang tinggi, TMII pun bisa menjadi sarana bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. 

Untuk perayaan HUT TMII yang ke 39 ini, diharapkan juga agar pelaksanaannya bisa kembali memberikan pengunjung sebuah pengalaman berwarna dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia.

Untuk teman-teman yang tertarik, bisa dicatat tanggal-tanggal pentingnya:

Semarak HUT TMII ke 39, mulai tanggal 17 sampai 27 April 2014 dengan tema:
Negeriku Satoe Indonesia
“Pelestari Budaya Nusantara, Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”
Selain itu, catat juga tanggal-tanggal promosi tiket masuk ;)
21 – 25 April 2014: Beli 1 tiket gratis 1 tiket
20 April 2014: Gratis masuk pukul 08.00 – 16.00

Acara-acara yang akan ditampilkan tentu saja kental akan nuansa kebudayaan. Itu semua diupayakan agar masyarakat umum lebih mengenal, merasa dekat, dan mencintai budaya negerinya sendiri. Acara-acara menarik yang diselengarakan contohnya adalah:

Gelar Pembukaan HUT, Gelar "Gita Natya Nusantara"
17 April 2014 pukul 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Festival Kuliner Nusantara
17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di depan Teater Bhinneka Tunggal Ika
Expo Karya Kriya Kreatif Nusantara, Pameran & Bursa Produk Kreatif 
17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Area Dermaga Seni & Desa Seni
Parade Busana Daerah ke-6
18 April 2014 pukul 13.00 - 17.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Expo Nusantara (Pameran Produk Unggulan Daerah), 
Pameran Bersama Museum, Pameran Keris Paksi
17 - 20 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Areal Arsipel & Teater Bhinneka Tunggal Ika
Pameran & Seminar Nasional Flora/ Fauna
18 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 16.00 di depan Anjungan Maluku
Citra Budaya Tradisi Bali Night "Sang Sutasoma"
20 April 2014 pukul 10.00 - 22.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Lomba Seni Beladiri Pencak Silat
22 - 24 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Kontes Burung Merpati (Just for Fun Contest)
26 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Kawasan Danau Arsipel
Pawai Budaya Nusantara dan Gelar Tari Kolosal
27 April 2014 Pukul 14.00 - 16.00 di Plaza Tugu Api Pancasila

Semarak pelaksanaan HUT TMII dari tahun ke tahun 
(sumber: article.wn.com dan jakarta-tourism.go.id)

Seru-seru banget kan? Ayo yang merasa cinta budaya dan tanah air Indonesia ikut ambil bagian dalam perayaan HUT TMII yang ke 39 ini :)

…dan satu lagi yang spesial…


* * *

Aku punya mimpi untuk bisa berkeliling Indonesia (whoa!)
Aku ingin bisa merasakan keindahan alam, pesona, dan keragaman budaya Indonesia. Dan sekarang, rasanya senang sekali mimpi tadi seperti sudah menjadi kenyataan. Aku yang sebelumnya belum memiliki gambaran nyata akan keragaman dan kekayaan Indonesia, sekarang menjadi semakin takjub dan bangga dengan apa yang Indonesia miliki.

Sekarang, aku mau mengajak teman-teman untuk berkeliling Indonesia melalui cerita dalam blog postku kali ini ^^ 


Kemarin, (31 Maret 2014) dalam rangka menghabiskan hari terakhir liburan hari Raya Nyepi, aku dan ibuku pergi berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (yay!). Sebuah taman yang begitu luas yang dibangun layaknya miniatur kepulauan Indonesia. Beragam wahana dan bangunan menggambarkan aset yang dimiliki Indonesia di tiap daerahnya. 

Bermula dari rasa penasaran dan tertarik, aku dan ibuku berencana menghabiskan waktu seharian mengitari wilayah TMII. Sudah lupa kapan terakhir kali aku berkunjung ke TMII. Sekalipun aku ke sana, aku belum tahu apa saja sebenarnya tempat-tempat dan objek wisata menarik yang dimiliki oleh TMII. Padahal TMII sudah hampir berusia 39 tahun.

Kami pun mempersiapkan semuanya. Mulai dari kamera, air putih, sampai aku pun menggunakan sepatu olahraga agar bisa keliling-keliling dengan nyaman. Tidak lupa bawa payung dan sunblock karena ketika siang hari matahari cukup terik (hehe). Namun udara tetap segar karena banyaknya pepohonan.

TMII memang memiliki banyak objek wisata. Terang saja, luasnya saja mencapai 150 hektar. Sangaaat luas sehingga memakan waktu seharian ketika aku dan ibuku pergi berjalan-jalan berkeliling TMII. Kaki yang gempor pun terbayarkan dengan keindahan dan keberagaman situs-situs yang ada di taman miniatur Indonesia ini. Ohya, kami memutuskan untuk berjalan kaki dalam mengelilingi tiap-tiap anjungan yang ada supaya bisa benar-benar menikmati pemandangan yang disuguhkan tiap wilayah secara jelas dan nyata.
"Anjungan itu apa ya?"Secara umum, anjungan memiliki arti: bangunan khusus yang dipakai untuk pameran. Dalam hal ini konteksnya berarti bangunan khusus yang dimiliki tiap-tiap daerah.
Sudah 22 tahun lamanya aku menginjakkan kaki di Indonesia tercinta, baru kali ini aku disuguhkan sebuah pemandangan luar biasa yang menyuguhkan beraneka ragam budaya yang dimiliki oleh Bangsa tercinta ini. Indonesia bangsa besar dengan beragam kekayaan budaya dan perkembangan juga pembangunan yang ia miliki. Jadi agak menyesal kenapa tidak sering-sering kesini dari dulu...

Selain jalan kaki, tentu saja TMII menawarkan berbagai alternatif bagi teman-teman yang ingin duduk santai sambil menikmati pemandangan. Teman-teman bisa berkeliling dengan transportasi yang ada, misalnya kereta api mini, kereta gantung, mobil keliling, bus, sepeda, bahkan kendaraan yang menyerupai becak (harganya bervariasi). 

Objek yang paling menarik perhatianku adalah anjungan-anjungan tiap provinsi. Anjungan-anjungan itu dibangun secara berurutan, tertata rapih dan seperti mengelilingi danau besar yang menjadi pusat dari taman ini (Kawasan Danau Arsipel). Di atas danau itu pun terdapat daratan yang terukir Indah menyerupai bentuk pulau Indonesia. 

Ibuku di depan danau yang terletak di tengah-tengah TMII. Daratan yang ada di tengah-tengah danau itu membentuk kepulauan Indonesia, lho.

Sepertinya dibutuhkan waktu lebih dari satu hari apabila kamu ingin benar-benar mengelilingi dan menikmati setiap objek wisata yang ada di TMII karena tempat ini begitu luas dan begitu banyak yang bisa dikunjungi. Jadilah hari ini aku lebih berfokus untuk mengunjungi dan menikmati anjungan dari tiap-tiap daerah. Aku ingin mengenal lebih jauh tentang keragaman dan kekayaan yang dimiliki Indonesia. 

Ini adalah Rumah Adat Jambi (Rumah Panggung)

Rumah Gadang di Anjungan Sumatera Barat

Anjungan-anjungan dari tiap provinsi tersebut terdiri dari rumah-rumah adat dan berbagai corak budaya di dalamnya. Ada pula pakaian adat yang terpajang cantik sehingga kita bisa melihat luasnya kreativitas tiap-tiap daerah di Indonesia. Di dalam setiap anjungan, ada yang menyediakan toko souvenir seperti anjungan Jambi, ada juga yang menyediakan berbagai jenis makanan khas daerah tersebut, misalnya anjungan Jawa Tengah. 

Anjungan Nusa Tenggara Timur. Coba lihat, ada baju daerah yang dipajang. Bagus ya?
Di Anjungan NTT, bangunan yang paling besar adalah Rumah Temukung, rumah adat yang merupakan tiruan dari istana kerajaan Kupang yang di modifikasi.

Selain itu, tiap anjungan memiliki halaman yang ditata sedemikian rupa sehingga menunjukkan kekentalan dari tiap daerah. Ada juga panggung berukuran sedang yang biasanya digunakan untuk pertunjukan-pertunjukan atau acara yang bertajuk keaderahan wilayah tersebut.

Saat kami melewati anjungan Jakarta, ternyata sedang diadakan pentas kesenian di dalamnya. 

Anjungan Jawa Timur

Ini adalah contoh pementasan kesenian di Jawa Timur. Acaranya berbeda-beda lho di tiap anjungannya, tergantung dari kebudayaan daerah masing-masing :)

Karena aku tinggal di Pulau Jawa, otomatis aku paling excited dan terpukau ketika mengunjungi anjungan pulau-pulau lain seperti Sulawesi dan Kalimantan. Benar-benar berbeda dari apa yang sering aku lihat di sekitarku. Rumah-rumah daerah Kalimantan yang memiliki halaman yang lapang membuatku merasa tentram berjalan-jalan di sekitarnya. Ada juga bentuk atau simbol daerah yang terpampang dalam tiap rumah adatnya yang membuatku terbengong-bengong (karena baru pernah melihat yang seperti itu).

Anjungan Kalimantan Barat

Anjungan Sulawesi Selatan

Anjungan Kalimantan Timur. Patung dan ukiran tangga yang cukup unik. Rumah adatnya disebut Lamin, dari suku Dayak Kenyah (suku yang banyak tinggal di Kalimantan Timur)

Tentu saja selain anjungan masih ada tempat menarik lain yang bisa dikunjungi seperti:
  1. Museum, antara lain Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Indonesia, Museum Penerangan, Pusat Peragaan IPTEK, Museum MIGAS, Museum Listrik & Energi Baru, Taman Budaya Tionghoa, Museum Prangko, Museum Komodo & Dunia Reptil, Museum Transportasi, Museum Keprajuritan Indonesia, Dunia Air Tawar & Serangga, Museum Pusaka, Museum Asmat, Museum Olah Raga, Museum Telekomunikasi, Bayt Al - Qur'an & Museum Istiqlal (wow, banyak ya?
  2. Rumah ibadah, antara lain Masjid 'Pangeran Diponegoro', Gereja Katolik 'Santa Katarina', Gereja Protestan 'Haleluyah', Hindu Penataran Agung Kertabumi, Vihara Budha Arya Dwipa Arama, Sasono Adirasa 'Pangeran Samber Nyawa', dan Kelenteng Kong Miao.
  3. Taman, antara lain seperti Taman Kaktus, Taman Apotik Hidup, Taman Melati, Plaza Arsipel, Taman Bekisar, Taman Burung, Istana Anak Anak, Graha Seni Atmaja, Air Terjun Sendang Sejodo, Monumen Persahabatan Negara-negara Nonblok, dan Taman Bunga Keong Mas. 
  4. Sarana rekreasi, seperti Snowbay Water Park, Teater 4 Dimensi, Teater Tanah Airku, Pemancingan, Balon Raksasa, Skylift, Kereta Api Mini, dan lain-lain.
  5. serta fasilitas lainnya seperti Sasana Krida & Kriya, penginapan, restoran, dan lain-lain
Ini adalah Taman Instana Anak-anak (Mupeng ingin masuk tapi nggak bisa). 

Nah kenapa kami nggak masuk? Karena saat itu kami belum sempat ke ATM, jadi benar-benar kehabisan uang cash hehehe. Akhirnya kami nggak bisa masuk taman-taman atau museum berbayar yang ada di TMII, sedangkan waktu menyadari itu kami sudah berjalan cukup jauh dari letak ATM :( Bayarannya cukup murah kok, misalnya untuk masuk Museum Indonesia tiketnya Rp 10.000 per orang, Museum Transportasi bahkan Rp 2000 per orang, juga misalnya Taman Burung & Taman Bekisar yang tiket masuknya seharga Rp 15.000.

Kami pun sampai di Anjungan Maluku
Kebanggaan Maluku akan Pahlawan Nasionalnya

Anjungan Bali

Karena kelelahan berjalan, kami pun singgah di anjungan Jawa Tengah untuk membeli es dawet rasa durian dan air mineral (padahal sebelumnya sudah berhenti di sebuah coffee shop di dekat anjungan Nusa Tenggara, yang letaknya kurang lebih di tengah-tengah jalur kami berjalan hehe). 

Anjungan Jawa Tengah (dengan tempat wisata kuliner daerahnya).

Coffee shop

Lumayan juga nih, karena aku dan ibuku berjalan memutari TMII dimulai dari Jambi, sampai kembali lagi ke tempat kami memarkir mobil, dengan sebelumnya melewati anjungan Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Anjungan Jawa Barat 
(di gerbang terdapat Kujang, sebuah senjata daerah Jawa Barat yang terbuat dari besi/ baja)

Akhirnya acara jalan-jalan mengelilingi TMII bersama ibuku selesai sudah. Kami pun kembali menjumpai anjungan Jambi (tempat awal berjalan) dan masuk ke mobil lalu bersiap pulang ke rumah. Acara jalan-jalan yang sangat berkesan buatku karena jarang-jarang bisa seperti ini.

Rasanya puas sekali bisa (sanggup) jalan kaki mengelilingi taman raksasa ini. Memang luar biasa dan patut kita hormati pahlawan yang telah berjasa untuk menyatukan berbagai suku menjadi sebuah bangsa besar, yaitu bangsa Indonesia serta pihak-pihak yang telah berperan sehingga bisa terciptanya Taman Mini Indonesia Indah.

Semoga pesonanya tak lekang oleh waktu, dan tetap menjadi pengerat seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun yang ke 39, Taman Mini Indonesia Indah. 
Negeriku Satoe Indonesia.
Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah


Read More

Sahabat

Like kami di Facebook?

Kesukaan Penulis

Klik di sini untuk lihat Fashion Blog.

Terkini

Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah